utamanya bukan karena pengen menang dan dapetin hadiah yang ‘lumayan’ itu (tapi kalau menang, syukur alhamdulillah deh. hehehe.) Tapi karena kita cinta dan peduli sama keadaan bumi kita sekarang. Secara kampung halaman tempat tinggal kita sekarang tuh kondisi lingkungannya semakin memprihatinkan. Lewat blog ini,, minimal kita bisa berbagi cerita dengan orang - orang yang juga peduli lingkungan untuk sekedar referensi aja sih biar kedepan kalau kita mau bertindak, kita bisa memikirkan dampak buat lingkungan juga. Lebih baik lagi kalau bisa menyalurkan semangat jiwa muda untuk bisa berpartisipasi dalam membenahi lingkungan kita.
Contohnya kondisi lingkungan Pulau
Tapii,, itu semua tinggal cerita. Sungai rangkui yang dulu jadi kebanggaan masyarakat pangkalpinang sekarang ini warna airnya udah kayak susu coklat. Jorok banget!!! Udah airnya jorok sampah di permukaannya yang mengapung udah gak kehitung lagi saking banyaknya. Ini semua karena banyak tambang - tambang timah illegal di hulu sungai yang bikin limbah air sisa penambangan mengalir bersama arus sungai. Dan kesadaran masyarakat yang kurang untuk menjaga lingkungan yang bersih. Gag ada lagi pemandangan indah seperti yang pernah diceritain. Kalau mau dibikin pertanyaan,, kira - kira pertanyaannya akan muncul begini ‘bisa gag ya kita menyaksikan lagi pemandangan indah era tahun ’70-‘80an?’
Sekarang,, yang ada hanya pemandangan ‘lubang camui’. Itu tuh,, lahan bekas penambangan yang ditinggal begitu aja sama para penambang nggak bertanggungjawab!! Gag salah sih nambang, karena itu
Perbedaan mencolok bisa dilihat antara
Di kota kami yang kecil dan nggak segede Jakarta, Bandung dkk aja dampak merugikan dari rusaknya lingkungan kerasa banget. Dari lubang camui yang tergenang air tadi bikin presentase penyakit malaria semakin meningkat, gundulnya hutan - hutan juga bikin kotaku jadi sering dilanda banjir kalo musim ujan, lebih parah lagi karena timahnya udah pada keluar dari perut bumi bikin rawan banget hujan petir. Alat elektronik jadi sering banget rusak karena kesambar petir. Meningkatnya polusi udara juga bikin udara Pangkalpinang yang awalnya memang sudah panas karena berada di pesisir pantai jadi tambah panas!!
Kalo udah kayak gini,, siapa yang peduli sama lingkungan kalau bukan kita sendiri?? Sebenarnya, daripada kita saling menyalahkan siapa yang merusak lingkungan lebih baik introspeksi aja dulu sejauh mana partisipasi kita dalam membenahi lingkungan..
Selain itu kalau memang kita ingin jadi sahabat bumi ikut dong berpartisipasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam membenahi lingkungan kita sendiri. Misalnya bersama - sama ikut dalam kegiatan penanaman sejuta pohon di lahan - lahan gundul yang di daerah kami penghijauan itu disebut dengan ‘green babel project’.
Alhamdulillah partisipasi antara pemerintah daerah dan masyarakat udah mulai kelihatan. Ini terbukti dengan hampir setiap hari Minggu pagi seluruh elemen masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan dan menanam pohon (pohon apa aja boleh kok). Kepengennya sih hari Minggu bisa dijadikan ‘Minggu Bersih’. hehehe. Hasilnya udah 2 tahun terakhir ini kita bisa meraih penghargaan Adipura, penghargaan buat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar